KTM 'Bertahan Hidup' setelah Voting Krusial Para Kreditor di Austria

KTM dipastikan tetap beroperasi setelah rencana restrukturisasinya diterima oleh para kreditor dalam voting krusial.

Pedro Acosta, KTM Factory racing, 2024 Barcelona MotoGP test
Pedro Acosta, KTM Factory racing, 2024 Barcelona MotoGP test
© Gold and Goose

Pierer Mobility Group telah mengumumkan bahwa rencana restrukturisasi KTM AG untuk membayar kembali kreditor dan memastikan kelangsungan hidupnya telah diterima di pengadilan regional di Austria pada hari Selasa.

Perusahaan Austria itu mulai menjalankan administrasi mandiri pada 29 November 2024 dengan tujuan mencegah kebangkrutan setelah mengalami krisis keuangan besar tahun lalu.

Pemutusan hubungan kerja (PHK), penghentian produksi, pengunduran diri CEO Stefan Pierer, dan pengurangan program balap pabrik, semuanya terjadi saat KTM mencoba mengatasi situasi tersebut.

Memenangkan tonggak penting pengadilan regional selama beberapa bulan terakhir, hari yang menentukan bagi KTM adalah hari Selasa 25 Februari ketika rencana restrukturisasinya akan dipilih oleh para kreditor.

Dengan utang lebih dari €2 miliar, rencana restrukturisasi KTM berjanji untuk membayar kembali 30% kepada kreditor - awalnya dalam waktu dua tahun, tetapi telah dipercepat dan akan selesai pada akhir Mei 2025.

Rencana tersebut diterima oleh para kreditor, yang akan menerima dana gabungan sebesar €548 juta, yang akan disetorkan kepada administrator restrukturisasi paling lambat tanggal 23 Mei.

Pengadilan kemudian akan mengonfirmasi restrukturisasi pada awal Juni, di mana proses hukum akan resmi berakhir setelah memiliki kekuatan hukum tetap.

KTM harus menemukan investasi itu, meskipun berbagai laporan dalam beberapa minggu terakhir menyatakan hingga €900 juta telah dijanjikan dari banyak entitas.

Artinya, KTM dapat memulai produksi lagi mulai pertengahan Maret, dengan investasi sebesar €50 juta yang diberikan kepada KTM dari pemegang saham.

KTM tidak menyebutkan nama para pemegang saham ini, tetapi sebuah laporan di The Hindu di India menyatakan Bajaj Auto - yang memiliki 49% saham KTM - menjanjikan pinjaman sebesar €50 juta.

Masa depan MotoGP KTM masih belum pasti

Masih belum jelas bagaimana hal ini berdampak pada proyek MotoGP KTM, yang awalnya dikatakan memiliki "rencana" berakhir pada tahun 2026 berdasarkan proses restrukturisasi pada bulan Desember.

KTM mengonfirmasi pada bulan Desember bahwa rencana balap mereka untuk tahun 2025 masih sesuai rencana, dan pembicaraan untuk pergi dari MotoGP di akhir musim 2026 tidak ada suaranya sejak laporan pengadilan awal yang menyatakan demikian tahun lalu.

Namun, KTM mengurangi jumlah pembalap yang disokong pabrikan menjadi 40 di semua disiplin untuk musim 2025, sementara itu brand naungan KTM seperti GASGAS dan Husqvarna telah menghilang dari grid Grand Prix.

Di tengah pusaran krisis finansial ini, KTM masih berprestasi dengan memenangi Reli Dakar bersama Daniel Sanders.

Tidak menentunya masa depan program MotoGP KTM juga menghadirkan spekulasi intens terkait masa depan Pedro Acosta, dengan rookie of the year MotoGP tahun lalu itu dikaitkan dengan pabrikan lain untuk 2026 meski memiliki kontrak multi-tahun dengan tim.

Namun awal bulan ini, Acosta mengatakan bahwa kondisi krisis finansial yang dihadapi KTM "bertolak belakang" dengan apa yang diberitakan setelah mengunjungi markas mereka di Mattighofen, Austria.

Rumor ketertarikan BMW 'tidak akurat'

Awal minggu ini, media di Austria melaporkan bahwa BMW adalah salah satu investor yang tertarik dengan KTM. Namun, diklaim bahwa operasional perusahaan akan dipindahkan ke Jerman, sedang produksi dialihkan ke India.

Itu berarti seluruh 45 ribu staff di Mattighofen - markas KTM - akan dipecat.

Namun, Crash mengetahui bahwa laporan ini kemungkinan besar tidak akurat. Baik KTM maupun BMW belum mengomentari rumor ini.

Investasi dari BMW tampaknya tidak terjadi karena pabrikan Bavaria itu juga menghadapi masalah finansialnya sendiri saat resesi menjerat Jerman.

Bukan berarti KTM sepi peminat, karena laporan sebelumnya menaytakan bahwa 23 perusahaan berminat untuk menaruh investasinya untuk menyelamatkan pabrikan Austria itu dari kebangkrutan.

Read More